Showing posts with label pemuda. Show all posts
Showing posts with label pemuda. Show all posts

Monday, June 8, 2015

Wajib Tinggal Di Dalam Gua.

Bismillah.
20 Sya'ban 1436, Isnin, 510pm waktu India.

Alhamdulillah Allah masih memberi kesempatan untuk menggerakkan jari jemari ini untuk menyampaikan isi tersirat di dalam surat cinta nukilan Yang Maha Esa.


Usrah minggu lepas murabbi mengutarakan satu soalan, di mana soalan ini berkait dengan surah Al Kahf, surah yang ke-18 :


"Dalam surah Al Kafh, ada cerita mengenai pemuda-pemuda Kahf, yang terpaksa tinggal di dalam gua, hanya sebab ingin menjaga diri mereka daripada fitnah agama. Jadi, reason ini valid tak untuk kita pada zaman sekarang ni? Zaman yang penuh dengan fitnah agama, malah lagi dahsyat fitnah tersebut"


"Valid ke tak?"


Al Quran merupakan buku manual yang diturunkan untuk semua umat Islam yakni hamba-hamba Allah, untuk sepanjang zaman. Nahh, jadi valid lah untuk kita.


"Jadi, kena tinggal dalam gua lah macamni?"


18:16 Perintah daripada Allah untuk pemuda-pemuda Khaf mencari pelindungan dengan berlindung di dalam gua. 



Perlindungan seperti apa? Perlindungan yang penuh dengan kasih sayang (pelukan Nabi Yusuf kepada ibubapanya), bak dalam ayat 12:99.



"Tapi, takkanlah nak tinggal di dalam gua yang serba kuno tanpa bersosial dengan masyarakat?"


Hmm.


Apakah yang dimaksudkan Allah memerintahkan kita supaya cari perlindungan di dalam gua ni? 


Sunday, January 15, 2012

Aku Melakukannya dan Tidak Pula Aku Melakukannya.

Bismillah.


Kebanyakkan daripada umat Islam memandang remeh akan hal sebegini, tetapi impak yang bakal diterima sangatlah di luar sangkaan. Saya berasa sangat terkesan dengan ayat ini.


Akan didatangkan seorang lelaki pada hari kiamat, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka dan terburailah isi perutnya di neraka, lalu dia berputar-putar kerananya sebagaimana seekor keldai yang berputar mengelilingi penggilingan. Maka berkumpullah para penduduk neraka di sekitarnya. Mereka bertanya, ‘Wahai fulan, apa yang terjadi padamu, bukankah dahulu kamu memerintahkan yang ma’ruf kepada kami dan melarang kami dari kemungkaran?’. Lelaki itu menjawab, ‘Dahulu aku memerintahkan kalian mengerjakan yang ma’ruf sedangkan aku tidak melakukannya. Dan aku melarang kalian dari kemungkaran tapi aku malah melakukannya.’
— Bukhari 3027